Jumat, 07 September 2012

ANALISA HUKUM ATAS KASUS PT. SARIJAYA PERMANA SEKURITAS


KASUS REKSA DANA PT. SARIJAYA PERMANA SEKURITAS

Terdakwa Herman Ramli bersama dua Direksi PT Sarijaya Permana Sekuritas dianggap penuntut umum telah melakukan tindak pidana penggelapan/penipuan, dan pencucian uang. Akibat ulah ketiga terdakwa, 13.074 nasabah menderita kerugian sebesar Rp. 235,6 milyar.
Berawal dari perbuatan Herman yang secara bertahap memerintahkan stafnya, Setya Ananda, untuk mencari nasabah nominee pada tahun 2002. Sampai tahun 2008, sudah terhimpun 17 nasabah nominee yang sebagian besar adalah pegawai grup perusahaan Sarijaya. Kemudian, dibukakanlah ketujuhbelas nasabah nominee ini rekening. Rekening itu digunakan Herman untuk melakukan transaksi jual/beli saham di bursa efek. Namun, karena dana dalam rekening 17 nasabah nominee ini tidak mencukupi untuk melakukan transaksi, maka Herman meminta Lanny Setiono (stafnya) untuk menaikkan batas transaksi atau Trading Available (TA). Lalu, Lanny menindak-lanjutinya dengan memerintahkan bagian informasi dan teknologi (IT) untuk memproses kenaikan TA 17 nasabah nominee tersebut. Tapi, untuk menaikkan TA, sebelumnya harus mendapat persetujuan dari para direksi Sarijaya, yaitu Teguh, Zulfian, dan Yusuf Ramli, Direktur Utama Sarijaya. Walau mengetahui dana yang terdapat pada rekening ketujubelas nasabah nominee tidak mencukupi, para direksi tetap memberikan persetujuan untuk menaikkan TA. Sehingga, Herman dapat melakukan transaksi jual/beli saham di bursa efek. Padahal, transaksi yang dilakukan Herman, tanpa sepengetahuan atau order dari para nasabah. Selama kurang lebih enam tahun, Herman melakukan transaksi jual/beli saham dengan menggunakan rekening ketujuhbelas nasabah nominee. Dan untuk membayar transaksi itu, Herman medebet dana 13074 nasabah yang tersimpan di main account Sarijaya
Apabila diakumulasikan, pemilik 60 persen saham perusahaan sekuritas (Sarijaya) ini telah mempergunakan dana sekitar Rp214,4 miliar, termasuk di dalamnya modal perusahaan sebesar Rp5,77 miliar. Oleh karena itu, Herman dianggap telah melakukan tindak pidana penggelapan/penipuan, dan pencucian uang yang merugikan 13074 nasabah Sarijaya sekitar Rp235,6 miliar.
Mabes Polri dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mempunyai pendapat yang berbeda untuk kasus ini. Polri menyatakan kasus Sarijaya masuk dalam ranah pasar modal, dan perlu ditindak sesuai dengan UU Pasar Modal.
Sedangkan Bapepam-LK menganggap kasus ini bukan pelanggaran pasar modal, melainkan kategori pidana umum, yakni penggelapan dan pencucian uang.


  ANALISA HUKUM ATAS KASUS PT. SARIJAYA PERMANA SEKURITAS
Dari Kasus diatas maka adapun fakta hukum yang bisa disimpulkan yakni :
1. Adanya 17 Rekenening Fiktif yang terdapat di PT. Sarijaya Permana Sekuritas
2. 17 Rekenaing Fiktif itu dibuka oleh Herman Ramli sebagai Komisaris PT Sarijaya Permana Sekuritas dan sebagai pemegang saham terbesar 
3. Dana yang dimasukan dalam 17 rekening fiktif itu berasal dari dana nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas dengan cara mendebet 13074 rekening nasabah
4. Adanya perintah dari Herman Ramli kepada stafnya untuk menaikkan batas transaksi agar bisa melakukan transaksi
5. Adanya persetujuan dari direksi untuk menaikkan batas tarnsaksi tersebut
Permasalahan yang muncul dalam kasus PT Sarjaya Permana Sekuritas ini yakni bahwa oleh BAPEPAM-LK dianggap sebagai kejahatan Pidana Umum dan bukan kajahatan pasar modal sehingga kasus ini diserahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan. Dari kenyataan diatas maka alangkah baiknya jika permasalahan PT Sarijaya Permana Sekuritas ini coba kami tinjau dari sudut pandang Undang-Undang Pasar Modal khususnya yang menyangkut Kejahatan Pasar Modal.
Seperti diutarakan sebelumnya bahwa Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 telah menggariskan jenis-jenis tindak pidana dibidang pasar modal, seperti penipuan, manipulasi pasar, dan perdagangan orang dalam. Selain menetapkan jenis-jenis tindak pidana dibidang pasar modal, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 juga menetapkan sanksi pidana denda dan penjara/kurungan bagi para pelaku dengan jumlah atau waktu yang bervariasi.
Dari beberapa jenis kejahatan pasar modal sebagaimana diutarakan diatas maka jika kita hubungkan dengan kasus yang dialami oleh PT Sarijaya Permana Sekuritas maka akan lebih mengarah ke kejahatan pasar moda yang berupa penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 90 Undang-Undang nomor 8 Tahun 1995 yang isinya atara lain :
Dalam kegiatan perdagangan Efek, setiap Pihak dilarang secara langsung atau tidak langsung:
a. menipu atau mengelabui Pihak lain dengan menggunakan sarana dan atau cara apa pun;
b. turut serta menipu atau mengelabui Pihak lain; dan
c. membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta yang material atau tidak mengungkapkan fakta yang material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau Pihak lain atau dengan tujuan mempengaruhi Pihak lain untuk membeli atau menjual Efek. Namun seperti kita ketahui dalam sistem pembuktian pidana maka suatu kejahatn atau tindak pidana dapat terbukti jika memenuhi unsur-unsur pidana selain itu mengingat jika dikaji maka pasal ini merupakan delik materiil maka perlu untuk dijelaskan unsur-unsur pidana ang terkandung dalam pasal 90 tersebut. Menurut hemat kami maka ada beberpa unsur dalam pasal 90 diatas yakni :

1. Unsur Kegiatan Perdagangan Efek
Dalam penjelasan pasal 90 dikatakan bahwa yang dimaksud dengan “kegiatan perdagangan Efek” dalam Pasal ini adalah kegiatan yangmeliputi kegiatan penawaran, pembelian, dan atau penjualan Efek yang terjadi dalam rangkaPenawaran Umum, atau terjadi di Bursa Efek, maupun kegiatan penawaran, pembelian dan ataupenjualan Efek di luar Bursa Efek atas Efek Emiten atau Perusahaan Publik
2. Unsur Setiap Pihak
Yang dimaksud dengan pihak dalam undang-undang pasar modal khususnya pasal 1 angka 23 yakni orang perseorangan, perusahaan usaha bersama, asosiasi atau keompok terorganisasi.
3. Unsur menipu atau mengelabui pihak lain
Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 378 tentang penipuan, disebutkan bahwa penipuan adalah tindakan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara:
(6) Melawan hukum;
(7) Memakai nama palsu atau martabat palsu;
(8) Tipu muslihat;
(9) Rangkaian kebohongan;
(10) Membujuk orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang atau menghapuskan piutang.
Selain pengertian penipuan dalam pasal 378 KUHP, adapun oleh beberapa ahli yang memberikan pendapatnya bahwa yang dimaksud dengan penipuan di bidang pasar modal yakni sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf c yakni membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain atau dengan tujuan memengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek.
4. Unsur dengan menggunakan cara atau sarana apapun
Cara yang dimaksudkan jalan untuk melakukan sesuatu sedangkan sarana yang dimaksudkan yakni segala sesuatu yg dapat dipakai sbg alat dl mencapai maksud atau tujuan Dari unsur-unsur pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 maka akan kita analisa lebih lanjut dihubungkan dengan fakta hukum yang terdapat dalam kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas yakni :
1. Unsur Kegiatan Perdagangan Efek
Unsur kegiatan perdagangan efek yang terjadi dalam kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas yakni Tindakan Herman Remli sebagai komsaris PT Sarijaya Permana Sekuritas yang melakukan transaksi efek baik penjualan maupun pembelian efek dengan menggunakan dana nasabah yang didebet dalam 17 rekening fiktif. Dengan demikian unsur kegiatan perdagangan efek telah terbukti
2. Unsur setiap pihak
Unsur setiap pihak yang dimaksudkan dalam kasus ini yakni Herman Ramli sebagai orang perorangan. dengan demikian unsur setiap pihak telah terbukti
3. Unsur menipu atau mengelabui pihak lain
Unsur menipu atau mengelabui pihak lain yakni membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material yang berupa 17 rekening fiktif dan melakukan transaksi saham untuk dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Pihak-pihak lain yang ditipu yakni BAPEPAM-LK sebagai pengawas maupun Para SRO dan pihak nasabah sendiri yang dananya telah didebet pada 17 Rekening Fiktif tersebut. Dengan demikian nsur menipu atau mengelabui pihak lain telah terbukti.
4. Unsur menggunakan cara atau sarana apapun
Adapun cara yang digunakan Herman Ramli untuk melakukan tindak pidana pasar modal ini yakni dengan membuka 17 rekening fiktif dan mendebet dana 13074 rekening nasabah PT sarijaya permana sekuritas dan menaikkan batas transaksi untuk dapat melakukan transaksi sebagaimana mestinya.
Selain itu Herman Ramli juga menggunakan sarana yakni memanfaatkan jabatannya sebagai komisaris dan pemegang saham terbesar pada PT. Sarijaya Permana Sekuritas untuk memerintahkan stafnya menaikkan batas transaksi dan meminta direksi untuk menyetujui penaikkan batas transaksi tersebut. Dengan demikian unsur menggunakan cara atau sarana apapun telah terbukti.
Sebagai salah satu bentuk konkretisasi dari peran Bapepam sebagai lembaga pengawas adalah kewenangan Bapepam untuk melakukan pemeriksaan. Yakni pemeriksaan terhadap setiap pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap UUPM. Dalam kasus PT. Sarijaya Permana Sekuritas indikasi kejahatan yang dilakukan oleh komisaris Herman Ramli sehingga peran bapepam harus diawali dengan melakukan tindakan pemeriksaan berupa meminta konfirmasi dari pihak pihak terkait yag diduga melakukan pelanggaran terhadap undang-undang pasar modal dan peraturan pelaksananya selanjutnya dari tahap itu dilanjutkan ke tahap berikutnya yakni penyidikan, jika berkas penyidikan telah lengkap maka bisa dilimpahkan kepada kejaksaan untuk melakukan penuntutan.

Kamis, 12 Juli 2012

Sistem informasi Manajemen

Pengenalan Pada Manajemen Sistem Informasi

Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah: 1. Keterampilan konseptual (conceptional skill) Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atauplanning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja. 2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill) Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah. 3. Keterampilan teknis (technical skill) Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain. Sistem perusahaan berada dalam satu atau lebih sistem lingkungan yang lebih besar, dan sistem perusahaan juga terdiri dari sistem yang lebih kecil atau sub sistem . Walaupun setiap subsistem memiliki tujuan masing-masing, tetapi tujuan-tujuan subsistemnya mendukung dan memberi kontribusi pada tujuan keseluruhan.Sistem perusahaan merupakan sistem Lingkaran tertutup karena memiliki 3 elemen kontrol dan juga merupakan sistem terbuka karena dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya. Pandangan Sistem ini,
  1. Mencegah manajer tersesat dalam kompleksitas struktur organisasi dan rincian pekerjaan.
  2. Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan yang baik
  3. Menekankan pentingnya kerja sama semua bagian dalam organisasi
  4. Mengakui keterkaitan organisasi dengan lingkungannya.
  5. Memberikan penilaian yang tinggi pada informasi umpan balik yang hanya dapat dicapai dengan cara sistem lingkaran tertutup.
Data dan informasi Data dan informasi telah digabungkan dalam pengelompokan jenis-jenis sumber daya , namun keduanya tidak sama. Data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai. Informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti. Perubahan data menjadi informasi dilakukan oleh pengolah informasi(information processor). Pengolah Informasi adalah salah satu elemen kunci dalam sistem koseptual, yang meliputi elemen-elemen komputer, elemen-elemen non komputer dan kombinasinya. Komputer sebagai elemen dalam sistem informasi Sesungguhnya yang dimaksud dengan sistem informasi tidak selalu melibatkan komputer. Sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut Sistem Informasi berbasis Komputer (Computer Based Information Systems atau CBIS). Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi (Alter,1992), Sebuah sistem informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik (Turban,Mc clean, dan Wetherbhe 1999). Istilah sitem informasi juga sering dikacaukan dengan sistem informasi manajemen (SIM). Kedua hal ini sebenarnya tidak sama. SIM merupakan salah satu jenis sistem informasi. Sistem informasi sebagai sebuah sistem memiliki elemen-elemen yaitu : perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) , prosedur, orang, basisdata, jaringan komputer dan komunikasi data .
Evolusi sistem informasi berbasis komputer -Fokus data (SIA/EDP) Di dukung dengan munculnya punched card dan keydriven bookkeeping machines ,dan perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajernya .Aplikasi yang di gunakan sistem informasi akuntansi (SIA). -Fokus informasi (SIM) Aplikasi komputer harus di terapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi. -Fokus pada pendukung keputusan (SPK) Sistem informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus di pecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus di buat oleh manajer. -Fokus pada komunikasi (otomatisasi kantor) Difokuskan pada otomatisasi kantor ,memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktifitas diantara para manajer dan pekerja melalui penggunaan alat-alat elektronik. -Fokus konsultasi (sistem pakar) Sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran inferensi menyerupai seorang pakar dalam memcahkan masalah. Upaya pencapaian sistem informasi berbasis komputer Sistem informasi berbasis komputer berkembang melalui tahapan-tahapan,analisis,rancangan,penerapan, dan penggunaan.Tahapan-tahapan tersebut dinamakan siklus hidup sistem dan dapat dilakukan oleh pemakai sendiri atau pemakai bekerja sama dengan spesialis informasi.

Sumber :
http://jamil15.wordpress.com/2011/10/01/pengenalan-pada-manajemen-informasi/

Sistem Informasi Berbasis Karakter

Sistem Informasi Berbasis Karakter

Menjadi mahasiswa di zaman yang kuyup informasi seperti sekarang ini agaknya semudah membalikkan telapak tangan. Apa lacur, mahasiswa yang saban hari cuma punya kewajiban berkutat dengan informasi dan ilmu pengetahuan itu seakan menemukan taman firdausnya. Informasi dan ilmu pengetahuan berlalu-lalang dengan demikian gencar dalam Internet: menunggu buat dimanfaatkan atau malah diabaikan begitu saja.
Beragam janji teknologi memudahkan mahasiswa mengolah kemampuan intelektualnya. Dunia maya nan virtual adalah dunia tanpa tapal batas negara, bangsa, agama, dan disiplin ilmu. Semua segi bertaut mesra di sini. Persoalannya cuma sejauhmana mahasiswa itu mampu (dalam arti materi) dan mau (dalam arti immateri) merengkuh kemudahan-kemudahan yang tersedia.
Dunia seolah-olah menjadi demikian liberal, demokratis, dan terbuka. Barangkali, dunia semacam inilah, dunia maya, yang diandaikan George Soros (2000) sebagai masyarakat terbuka (open society).
Buku Digital dan Intelektualitas VirtualMahasiswa, di tengah pusaran dunia yang sarat keterbukaan itu, mengalami loncatan intelektualitas yang tak pernah dibayangkan generasi sebelumnya. Semua bahan yang menyokong iklim perkuliahan, baik jurnal, artikel ilmiah, esai, resensi buku, majalah, suratkabar, maupun buku digital, bisa diunduh dan dimanfaatkan secara bebas.
Buku digital (e-book) adalah piranti mutakhir yang semestinya bisa digunakan secara maksimal. Keberadaannya sesungguhnya menjadi jawaban buat mahasiswa yang, sebagian besar, mengalami masalah dalam hal biaya, tempat, dan ketersediaan buku-buku cetak konvensional. Namun, amat disayangkan, buku digital rupanya kurang masyhur di mata kebanyakan mahasiswa kita.
Pesaing
Sejak Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan mesin pencetak dalam skala besar pada tahun 1452, ilmu pengetahuan berkembang dengan amat pesat. Buku-buku dicetak dan disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Dalam pada itu, pembaca dan penulis-penulis baru bermunculan bak cendawan di musim hujan. Ilmu pengetahuan yang semula dimonopoli kaum tertentu kini menjadi hak setiap orang yang melek huruf dan gemar membaca.
Jauh sebelum itu, buku ditulis secara manual dan digandakan secara terbatas. Buku pertama lahir di Mesir pada tahun 2400-an SM. Aksara ditorehkan dalam lembaran-lembaran papirus: sejenis alang-alang yang dikeringkan lantas disusun menjadi satu kesatuan.
Selain dalam bentuk manuskrip, sastra (tulisan) pun dikemas dalam pahatan-pahatan di bebatuan dan dinding-dinding berupa hieroglif. Di sudut lain di Asia Tenggara, Nusantara, karya tulis para pujangga diukir dalam prasasti-prasasti.
Kesemua itu menunjukkan, sebelum kertas ditemukan pada tahun 200-an SM oleh Tsai Lun, tulisan memiliki keterbatasan dalam soal ketersebaran dan jangkauan pembaca. Semenjak penemuan penting dari Cina itu dibawa oleh para pedagang Muslim ke Eropa pada abad kesebelas, kemudian Gutenberg menggagas mesin cetaknya, mulai saat itulah tulisan dan buku-buku menemukan pembacanya yang lebih luas.
Pemikiran manusia berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Komputerisasi yang serbadigital mengembrio pada tahun 1950-an, akibat Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika Serikat, kala itu, lebih berhasil mengembangkan komputer dengan antek inteleknya seperti The Lincoln Laboratory yang bermarkas di Massachusetts Institute of Technology (MIT), sementara Uni Soviet maju dalam bidang penerbangan angkasa luar (Ryan, 2010: hal 45-49).
Di sinilah kemudian muncul era baru pascaindustri yang dinamakan Abad Informasi. Perkembangan teknologi demikian drastis setelah ini. Logika biner 0-1 yang mendasari ruh digital menjadi panglima di segala lini. Buku berbahan kertas nan konvensional pun mesti berhadapan dengan pesaing yang tak pernah diduga sebelumnya.
Buku digital—biasa pula disapa buku elektronik (e-book)—sebenarnya jelmaan lain dari buku kertas beserta isinya (teks dan gambar) lalu dienkripsi guna menghindari pembajakan (Yds Agus Surono, 2001: hal 138, dalam Intisari). Ia sebetulnya naskah pracetak yang telah mengalami perwajahan (layout). Wujud file-nya bisa bermacam-macam: PDF, HTML, TXT, RTF, LIT, JPEG, EPUB, ataupun DJVU.
Virtual
Biaya buku (kuliah) yang kian lama kian mencekik, semestinya jadi alasan mahasiswa untuk berpaling pada buku digital. Selain tak memakan banyak tempat, buku digital pun dinilai ramah lingkungan lantaran membantu mengurangi konsumsi kertas, dus penebangan pohon.
Buku digital bisa dibilang wujud masyarakat virtual yang tinggal di dunia maya. Dunia yang dikatakan William Gibson (1984) sebagai ‘halusinasi konsensual’: dibayangkan sebagai realitas pengganti yang diciptakan oleh komputer (Shields, 2011: hal 56). Virtual, menurut Shields, diartikan sebagai “sesuatu yang nyata namun tidak konkret”.
Dengan atau tanpa “bersenjatakan” buku digital, masyarakat kita sedang beranjak ke masyarakat virtual. Masyarakat semacam ini, lantaran saking banyaknya informasi, cenderung “berpihak pada permukaan yang dangkal” (ibid, hal 58). Apa yang dipahami sebagai ilmu, bukanlah ilmu dalam arti mendalam, melainkan sepotong-sepotong (parsial).
Oleh sebab itu, buat mahasiswa, dengan buku digital akan lebih baik ketimbang tidak. Buku digital adalah sumber informasi dari dunia maya yang sampai saat ini berani saya katakan masih terjaga validitasnya. Pemahaman yang diperoleh dari situ bukanlah pemahaman yang parsial. Buku digital, sebagaimana disebutkan di muka, pada intinya buku konvensional juga.
Bukan tidak mungkin, masyarakat—dimulai oleh para mahasiswa—virtual yang  cinta buku digital akan menjadi masyarakat yang melesat jauh ke depan ketimbang masyarakat buku kertas. Masyarakat demikian mempunyai intelektualitas virtual: kecerdasan, kecergasan, dan keterampilan yang terbangun dari, dalam, dan oleh dunia virtual. [20112011, 22.59]
*) Tulisan ini pernah dimuat di harian Riau Pos pada 18 Februari 2012.

# Sepenuhnya disadur dari sastrakelabu.wordpress.com dengan sedikit perubahan pada judul untuk kepentingan ujian TI, hehe
## Segera setelah selesai, posting-an ini akan segera dihapus
http://unuherlambang.blogspot.com/2012/05/sistem-informasi-berbasis-karakter-buku.html

Rabu, 11 Juli 2012

Sistem informasi berbasis karakter

Pengantar system informasi berbasis komputer


Pendahuluan
Informasi adalah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi manajer. Informasi
dapat  dikelola seperti halnya sumber daya lain dan perhatian sistem informasi
bersumber dari dua pengaruh :
1. Bisnis telah menjadi semakin rumit
2. Komputer telah mencapai kemampuan yang semakin membaik.
Aplikasi utama komputer yang membentuk system informasi berbasis komputer
(computer based information system) atau CBIS adalah :
™ Pengolahan Data Akuntansi. (Information Accounting System)
™ Sistem Informasi Manajemen (Management Information System)
™ Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System)
™ Kantor Virtual (Virtual Office)
™ Sistem Berbasis Pengetahuan (Knowlegde Based System)
Perusahaan-perusahaan membentuk suatu organisasi jasa informasi yang terdiri dari
para spesialis informasi untuk menyediakan keahlian dalam pengembangan system
berbasis komputer :
1. EDP Manager ( Manajer pengolahan data elektronik )
2. System Analysts (Analis system)
3. Database Administrator (Pengelola Database)
4. Spesialis Jaringan (Network Specialist)
5. Programmer (Pembuat Program)
6. Operator / User (Pemakai)

Dalam beberapa tahun terakhir, para pemakai telah mulai melakukan sebagian besar
pekerjaan para spesialis suatu fenomena yang disebut End user Computing.
Manajemen Informasi :
Jenis-jenis sumber daya utama manajer, mengelola lima jenis sumber daya utama :
ƒ Manusia
ƒ Material
ƒ Mesin
ƒ Uang
ƒ Informasi termasuk data
Tugas manajer adalah mengelola sumber daya agar dapat digunakan yang paling
efektif. Yang termasuk sumber daya fisik yaitu Manusia, material, mesin. Sedangkan
sumber daya konseptual adalah Uang dan Informasi/Data. Sumber daya konseptual
diperlukan untuk sumber daya fisik.

Perhatian pada Manajemen Informasi
Para manajer memberi perhatian yang  semakin besar pada manajemen informasi
selama beberapa tahun terakhir karena ada 2 alasan :
1. Meningkatnya Kerumitan Kegiatan bisnis, yang disebabkan :
a) Pengaruh ekonomi internasional
b) Persaingan Dunia
c) Meningkatnya kerumitan teknologi
d) Batas waktu yang semakin singkat
e) Kendala-kendala social
2. Kemampuan komputer yang semakin meningkat, yaitu :
a) Produksi   c) Kecepatan
b) Ukuran   d) Kemampuan multimedia
Siapakah para pemakai,
1. Manajer
2. Non-Manajer
3. Orang-orang dan organisasi-organisasi dalam lingkungan perusahaan
Dimana para manajer ditemukan :
1. Tingkatan Manajemen
2. Bidang Fungsional
Apa peran yang dilakukan oleh para manajer :
1. Fungsi Manajemen
2. Peran Manajerial
3. Keahlian Manajemen
4. Keahlian komunikasi
5. Keahlian pemecahan masalah
6. Pengetahuan Manajemen :
ƒ Mengerti komputer (Computer literacy)
ƒ Mengerti informasi (Information literacy)


Manajer dan system
System adalah sekelompok elemen yang saling terintegrasi dengan maksud yang sama
untuk mencapai suatu tujuan.
Elemen-elemen system,
Tidak  semua system memiliki kombinasi elemen yang sama, tetapi suatu susunan
dapat diperlihatkan dalam gambar,
input----->process---->output
Gambar system lingkaran terbuka (Open Loop System)
Pada gambar diatas tidak semua system  dapat mengatur operasinya sendiri, suatu
system tanpa elemen mekanisme pengendalian, lingkaran umpan balik dan tujuan
disebut dengan Open Loop System.


Subsistem :
Adalah bagian dari system
Supersistem :
Bagian dari system yang lebih besar.


Pentingnya suatu Pandangan system :
1. Mencegah manajer tersesat dalam kerumitan struktur organisasi dan rincian
pekerjaan
2. Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan yang baik
3. Menekankan pentingnya kerjasama dari semua bagian dalam organisasi
4. Mengakui keterkaitan organisasi dengan lingkungan
5. Memberi penilaian yang tinggi pada informasi umpan balik yang hanya dapat
dicapai dengan cara system lingkaran tertutup.
Data Vs Informasi
Data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka  yangn realtif tidak berarti bagi pemakai.
Sedangkan Informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang sudah memiliki
arti. Perubahan data menjadi informasi dilakukan oleh Information Processor (pengolah
Informasi). Pengolahan informasi adalah salah satu elemen kunci dalam system
konseptual.


Kecenderungan Menuju End User Computing :
E U C : Pengembangan seluruh atau sebagian system berbasis komuter  oleh pemakai.
End User computing berkembang karena empat pengaruh utama :
a. Meningkatnya pengetahuan tentang komputer
b. Antrian jasa informasi
c. Perangkat keras yang murah
d. Perangkat lunak jadi
Untuk menjustifikasi CBIS, perlu adanya para EUC yang melibatkan peran spesialis
informasi, yaitu : (Gambar Specialist Informations)


Mencapai CBIS;
Dalam beberapa hal tiap subsistem CBIS menyerupai suatu organisme hidup-lahir,
tumbuh menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. Proses evolusi ini disebut Siklus
hidup system (system life cycle = SLC), adapun  tahap – tahapnya :
‰ Planning (Perencanaan)
‰ Analysts (Analisis)
‰ Design (Rancangan)
‰ Implementation (Penerapan)
‰ Using (Penggunaan)
Konsep Dasar.
1.1.1 Sistem
Sistem terdiri dari komponen – komponen yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Sistem terdiri dari system alamiah (sistem tata surya, sistem galaksi)  dan
sistem yang dibuat manusia (sistem penjualan, sistem akuntansi).
1.1.2 Informasi
Informasi menrupakan proses lebih lanjut dari data dan memiliki  nilai tambah.
 Dari kategorinya informasi dapat dikelompokkan menjadi :
• Informasi Strategis, informasi ini digunakan untuk mengambil keputusan jangka
panjang, mencakup informasi eksternal  (tindakan pesaing, langganan), rencana
perluasan perusahaan dan sebagainya.
• Informasi Taktis, informasi ini dibutuhkan untuk mengambil keputusan jangka
menengah seperti informasi trend penjualan yang dapat dipakai untuk menyusun
rencana-rencana penjualan.
• Informasi Teknis, informasi ini dibutuhkan untuk keperluan operasional seharihari, informasi persediaan stock, retur penjualan dan laporan kas harian
Dari segi kualitas, informasi harus dapat memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
• Lengkap
• Akurat
• Relevan

Kalau kita mengacu ke definisi sistem, maka sistem informasi dapat didefinisikan sebagai
suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri  dari komponen-komponen dalam
organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
Komponen Sistem Informasi terdiri dari :


• Hardware, terdiri dari computer, periferal (printer) dan jaringan.
• Software, merupakan kompulan dadri perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan
tertentu untuk memerintahkan computer melaksanakan tugas tertentu. Software
dapat digolongkan menjadi Sistem Operasi (Windows 95  dan NT), Aplikasi
(Akuntansi), Utiliti (Anti Virus, Speed Disk), serta bahasa (3 GL dan 4 GL).
• Data, merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut
untuk menghasilkan informasi.
• Manusia, yang terlibat dalam komponen manusia seperti operator, pemimpin
sistem informasi dan sebagainya. Oleh sebab itu perlu suatu rincian tugas yang
jelas.
• Procedur, seperti dokumentasi prosedur/proses sistem, buku penuntun
operasional (aplikasi) dan teknis.
  Kegiatan di Sistem Informasi mencakup :
• Input, menggambarkan bagaimana suatu kegiatan utnuk menyediakan data untuk
diproses.
• Proses, menggambarkan bagaimana suatu data dip roses untuk menghasilkan
suatu informasi yang bernilai tambah.
• Output, suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dan proses diatas tersebut.
• Penyimpanan, suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data.
• Control, ialah suatu aktivitas untuk menjamin bahwa  sistem informasi tersebut
berjalan sesuai dengan yang diharapkan.


Sistem Informasi Manajemen
  Sistem informasi manajemen (SIM) menyajikan informasi untuk mendukung operasional
dan fungsi pengambilan keputusan  manajemen dengan mempertimbangkan informasi apa, untuk
siapa dan kapan harus disajikan.
  Sistem informasi menajemen terdiri dari subsistem yaitu :
• Sistem Informasi Akuntansi
• Sistem Informasi Personalia
• Sistem Informasi Pemasaran
• Sistem Informasi Pembelian
• Sistem Informasi Persediaan
• Sistem Informasi Distribusi


Sistem Informasi Bisnis
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai sistem informasi bisnis (SIB) akan kita lihat terlebih
dahulu definisi dari :

Manajemen : 1. Adalah suatu proses penggunaan suber daya secara efisien dan efektif
untuk mencapai sasaran.
       
   2. Pejabat\orang yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan atau
oraganisasi.
Bisnis  Suatu kegiatan (badan atau perorangan) memasarkan produk atau jasa dengan
tujuan memperoleh laba atau secara singkat disebut juga jual beli.
  Walaupun inti dari bisnis yaitu jual beli, dalam pelaksanaannya suatu bisnis harus berhadapan
dengan industri yang sejenis, berhadapan dengan pemasok, pelanggan, barang substitusi dan
calon pesaing baru. Selain itu, lingkungan luar seperti peraturan pemerintah, pasar modal, serikat
buruh, lembaga keuangan, peraturan perpajakan,  bursa tenaga kerja, dan demografi sangat
mempengaruhi suatu bisnis.
 Pada umumnya topic-topik yang membahas  Sistem Informasi Manajemen dan Sistem
Informasi Bisnis menekankan pada pembahasan sistem informasi penjualan, akuntansi,
personalia dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa sistem informasi menajemen dan sistem
informasi bisnis adalah sama, karena seorang manajer pada dasarnya menjalankan suatu bisnis.


Namun ada beberapa yang berbeda yaitu :
• Sumber data SIB lebih dominant bersumber dari luar organisasi, sedangkan SIM
dari transaksi harian organisasi.
• SIB lebih dominant digunakan oleh investor dan SIM lebih ditujukan untuk
manajemen agar dapat bekerja secara efisien dan efektif.
Sebagai contoh, jika Anda akan memulai suatu usaha/bisnis katakanlah
“komputer”, tentu Anda lebih membutuhkan informasi mengenai bisnis computer
dan bukan informasi manajemen. Informasi bisnis yang Anda butuhkan berkaitan
dengan Gambar 1.1 yaitu informasi tentang industri komputer (apakah telah
jenuh), informasi tentangan memasuki industri tersebut (apakah padat
karya,modal atau teknologi), pemasok  computer (kekuatan tawar menawar),
pelanggan (perkembangannya, pangsa pasar, kekuatan tawar menawar). Informasi
lingkungan luar yang harus Anda peroleh  seperti peratutan pemerintah  yang
berkaiatan dengan bisnis tersebut,  dukungan lembaga keuangan untuk bisnis
tersebut (apakah tersedia kredit untuk pelanggan) dan sebagainya.

• SIB dapat diperoleh dari hasil penelitian, membeli dan pusat data statistic dan dari
informasi-informasi lainnya.
• SIM dalam menyajikan informasi penjualan berkaitan dengan target yang dicapai,
perbandingan dengan anggaran, gambaran trend penjualan, sedangkan SIB lebih
menekankan pada berapa persen pangsa  pasar yang dikuasai oleh perusahaan,
berapa persen lagi yang dapat dikuasai. Bagaimana strategi dalam meningkatkan
pangsa pasar.


Sistem Analisa dan Desain.
 Berhubungan dengan proses analisa dan desain sistem informasi yang terdiri dari
hardware. Software, data , prosedur dan manusia.
 Sistem analis  dan desain dapat dipandang dari dua kegiatan utama yaitu :
• Sistem analis adalah suatu proses utnuk memahami sistem yang ada, termasuk
mendiagnosa masalah/inefisiensi dan memberikan solusi penyelesaian.
• Sistem desain yaitu suatu proses mencakup perencanaan desain dan implementasi
sistem yang baru.
 Sistem analis sebagai karier sering juga disebut Software Engineer, Sistem Analyst
Programmer, Information Sistem Engineer atau Sistem Engineer.
 Pengetahuan yang harus dimiliki seorang sistem analis antara lain :
• Pemahaman terhadap teknologi informatika (hardware dan software).
• Pemahaman terhadap bisnis secara umum.
• Keahlian dalam pemecahan masalah.
• Keahlian dalam komunikasi antarpersonel.
• Memahami metodologi pengembangan sistem informasi.


Pengguna Sistem.
• User, dapat dikategorikan sebagai end-user (operator) dan user-manager yang
mengawasi pekerjaan end-user.
• Manajemen, memegang peranan penting dalam suatu  sistem informasi termasuk
menyetujui rencana pengembangan sistem dan penyediaan dana.


Perancang Sistem.
Perancang sistem yang dimasukkan disini mencakup, analisa, desain, inplementasi dan
pemeliharaan, terdiri dari :
• Peroject Coordinator, merupakan orang yang bertanggung jawab agar suatu tim
dapat bekerja secara harmonis dan optimal serta mengontrol agar pelaksanaan
sesuai dengan rencana.
• System Analyst & Design, ialah orang yang memberikan solusi dan mendesain
sistem baru.


• Programmer, ialah orang yang membuat  program berdasarkan rancangan dari
sistem analis.
• Network Designer, bertanggung jawab terhadap desain suatu jaringan seperti
LAN, MAN dan WAN.
• Technician (Hardware), menetapkan konfigurasi-konfigurasi hardware yang tepat
agar dapat bekerja secara optimal.
• Database Administratot, ialah orang yang bertanggung jawab terhadap suatu
sistem database, mencakup pola instruktur data, integritas data, memberikan hak
akses kepada user, backup, recovery dan mengoptimalkan performa database.
• Documenter, ialah orang yang membuat dokumentasi sistem, mencakup buku
operasional aplikasi, teknis dan sistem.
• Software Tester, tugas dari software  tester ialah menjamin bahwa program
aplikasi yang dibuat programmer telah sesuai dengan spesifikasi.
• Graphif Desinger, dalam aplikasi yang berbasis GUI, penggunaan grafik
merupakan hal yang sangat dominant. Oleh sebab itu suatu tim perlu dilengkapi
dengan seorang yang memiliki keahlian  dalam mendesain, misalnya untuk icon
atau user interface lainnya.













thx to : ^^
(sumber : http://sagimansumarta.files.wordpress.com)

Sistem Informasi Berbasis Karakter

Dasar Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Karakter

11 juli 2012

PENDAHULUAN

Sistem Informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak. Sistem Informasi ada pada hampir setiap perusahaan atau instansi untuk mendukung kegiatan bisnis mereka sehari-hari. Biasanya porsi pengerjaan pengembangan sistem informasi diserahkan kepada orang-orang yang bekerja di bidang Teknologi Informasi.
Dalam membangun suatu sistem informasi (dalam hal ini lebih mengacu kepada pengertian aplikasi perangkat lunak) digunakan metode Siklus Hidup dan Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle atau SDLC). SDLC terdiri dari sejumlah tahapan yang dilaksanakan secara berurutan. Secara umum tahapan dari SDLC adalah Perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan. Namun pada prakteknya hal ini tidaklah selalu mulus untuk dilaksanakan. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan sistem informasi. Terutama adalah pada faktor manusia yang terlibat. Dari pihak pengembang, kurangnya keahlian dan pengalaman bisa menyebabkan kesalahan dalam satu tahapan sehingga menyebabkan siklus ini harus diulangi dari tahapan yang salah. Bisa terjadi bahwa siklus ini dilakukan sampai berulang-ulang. Dari pihak pengguna, idealnya perlu bersama-sama dengan pihak pengembang untuk memahami sistem informasi mulai dari awal siklus hidup pengembangan sistem. Apabila perlu dilakukan revisi dan pengulangan tahapan siklus hidup pengembangan sistem.

PEMBAHASAN

Dasar Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Komputer

Implementasi sistem informasi berbasis komputer merupakan aktivitas yang berskala luas yang melibatkan orang dan fasilitas yang banyak, uang dan peralatan dalam jumlah yang besar, dan waktu yang panjang.
Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Komputer juga mempunyai manfaat, yaitu:
  • Memberikan dasar pengontrolan.
  • Mendefinisikan lingkup proyek;
  • Mengatur urutan tugas;
  • Mengetahui bidang masalah yang potensial;
SIKLUS HIDUP SISTEM (System Life Cycle-SLC)
System Life Cycle (SLC) adalah proses evolusi yang diikuti oleh pelaksanaan system informasi dasar-dasar atau subsistem. Telah ada pendekatan implementasi tradisional sepanjang era komputer, dan ada perjanjian umum antara ahli-ahli komputer sehubungan dengan tugas-tugas yang dilaksanakan.
Adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. Sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem.
Berbagai metodologi SLC telah dikembangkan untuk memandu proses yang terlibat termasuk model air terjun (asli metode SLC), pengembangan aplikasi cepat (RAD), pengembangan aplikasi bersama (JAD), maka air mancur model dan spiral model.Umumnya, beberapa model digabungkan ke dalam beberapa jenis hibrida metodologi. Dokumentasi sangat penting berapapun jenis model dipilih atau dibuat untuk setiap aplikasi, dan biasanya dilakukan bersamaan dengan proses pembangunan. Beberapa metode kerja lebih spesifik untuk jenis proyek, tetapi dalam analisis terakhir, faktor yang paling penting bagi keberhasilan suatu proyek dapat seberapa dekat rencana tertentu diikuti.
Beberapa SLC terdapat dalam perusahaan yang menggunakan komputer, mungkin ada seratus atau lebih. Pada kenyataannya SLC adalah sarana yang digunakan oleh manajemen untuk melaksanakan rencana strategis. Konsep life cycle menjadikansegala sesuatu yang tumbuh, menjadi dewasa setiap waktu dan akhirnya mati. Pola ini digunakan untuk sistem dasar komputer seperti subsistem pemrosesan data atau SSD.
System Life Cycle terdiri dari lima fase yaitu :
  • Fase Perencanaan
Menunjukan setiap langkah yang harus dilakukan dan mengidentifikasi tanggung jawab manajer  dan spesialis informasi dalam hal ini adalah analis system. Fase ini dimulai dengan mendefinisikan masalah dan dilanjutkan dengan sistem penunjukan objektif dan paksaan. Di sini sistem analis memimpin studi yang mungkin terjadi dan mengemukakan pelaksanaannya pada manajer.
  • Fase Analisis
Bila perencanaan telah dilakukan dan mekanisme pengontrolan telah ditetapkan lalu dilanjutkan ke fase analisis dan disain. Face inin untuk menganalisa setiap proyek yang kita buat. Fase ini mempunyai tugas penting yaitu menunjukkan kebutuhan pemakai informasi dan menentukan tingkat penampilan sistem yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Fase ini meliputi penetapan jangkauan proyek, mengenal resiko, mengatur rangkaian tugas, dan menyediakan dasar untuk kontrol. Analisis mengumpulkan persyaratan untuk sistem. Tahap ini meliputi rinci kajian terhadap kebutuhan bisnis organisasi.Pilihan untuk mengubah proses bisnis dapat dianggap. Berfokus pada desain tingkat tinggi seperti desain, program apa yang diperlukan dan bagaimana mereka akan berinteraksi, desain tingkat rendah (bagaimana setiap program akan bekerja), desain interface (antarmuka apa saja yang akan terlihat seperti) dan data desain (data yang akan diperlukan). Selama tahap ini, perangkat lunak dari keseluruhan struktur yang ditetapkan. Analisis dan Desain sangat krusial dalam pembangunan seluruh siklus. Any glitch dalam tahap desain dapat menjadi sangat mahal untuk memecahkan di kemudian tahap pengembangan perangkat lunak. Banyak perawatan dilakukan selama tahap ini. Yang logis sistem produk dikembangkan di tahap ini. Dan bersamaan itu dengan fase designnya yaitu :
  • Fase Desain ini meliputi penentuan pemrosesan dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru, dan pemilihan konfigurasi terbaik dari hardware yang menyediakan desain. Desain system adalah ketentuan mengenal proses dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru. Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada : struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Merancang alir kerja (workflow) dari sistem dalam bentuk diagram alir (flowchart) atau Data Flow Diagram (DFD). Merancang basis data (database) dalam bentuk Entity Relationship Diagram (ERD) bisa juga sekalian membuat basis data secara fisik. Merancang input ouput aplikasi (interface) dan menentukan form-form dari setiap modul yang ada. Merancang arsitektur aplikasi dan jika diperlukan menentukan juga kerangka kerja (framework) aplikasi. Pada tahapan ini atau sebelumnya sudah ditentukan teknologi dan tools yang akan digunakan baik selama tahap pengembangan (development) maupun pada saat implementasi (deployment).
  •  Fase Implementasi
Pada point ini,desain ha darnya berada pada kertas.Ia merupakan model dari system yang direncanakan.Sekarang perlu mengubah model tersebut menjadi system fisik.Implementasi adalah akuisisi dan integrasi dari sumber fisik yan g menghasilkan system yang bekerja.
Fase ini melibatkan beberapa spesialis informasi tambahan yang mengubah desain dari bentuk kertas menjadi satu dalam hardware, software, dan data. Pelaksanaan adalah penambahan dan penggabungan antara sumber-sumber secara fisik dan konseptual yang menghasilkan pekerjaan sistem. Dalam tahap ini, desain yang sudah diterjemahkan ke dalam kode.Program komputer yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman konvensional atau aplikasi generator. Alat pemrograman seperti kompiler, Juru, Debuggers digunakan untuk menghasilkan kode. Berbagai bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti C, C ++, Pascal, Java digunakan untuk coding. Sehubungan dengan jenis aplikasi, hak bahasa pemrograman yang dipilih.
  • Fase Operasi
Segera sesudah operasi penggantian yaitu jika system baru sudah terpasang maka dilakukanlah postimplementation review(tinjauan post implementasi untuk mengevaluasi sejauh mana system tersebut memenuhi criteria penampilan.Secara ideal tinjauan ini sebaiknya dilakukan oleh pihak ketiga misalnya auditor EDP atau konsultan.
Selama fase penggunaan, audit memimpin pelaksanaannya untuk menjamin bahwa sistem benar-benar dikerjakan, dan pemeliharaannya pun dilakukan sehingga sistem dapat menyediakan kebutuhan yang diinginkan.
Pada fase 1-3 adalah siklus hidup pengembangan system. Tahap 4 adalah tahap penggunaan (implementasi) yang berlangsung hingga tiba waktunya untuk merancang system itu kembali jika diperlukan. Proses merancang kembali akan mengakibatkan berulangnya siklus hidup sistem secara keseluruhan.

Prototyping

Prototip memberikan ide kepada pembangun dan calon pemakai mengenai system dalam bentuk lengkapnya nanti akan berfungsi.Proses prototip disebut prototyping dan dalam hal ini paling cocok diterapkan untuk situasi dimana pemakai tidak mengetahui sepenuhnya mengenai apa yang ia inginkan.
Prototipe memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Proses menghasilkan prototipe disebut dengan Prototyping.
Jenis-Jenis Prototipe
sistem operasional®Prototipe jenis I
Prototipe jenis II  sbg ceak biru bagi sistem operasional®
PENGEMBANGAN PROTOTIPE JENIS I
1. Mengidentifikasikan kebutuhan pemakai
2. Mengembangkan prototipe
3. Menentukan apakah prototipe dapat diterima
4. Menggunakan prototipe
MENGEMBANGKAN PROTOTIPE JENIS II
4. Mengkodekan sistem operasional
5. Menguji sistem operasional
6. Menentukan jika sistem operasional dapat diterima
7. Menggunakan sistem operasional
Daya Tarik Prototyping
• Komunikasi ant. Analis sistem dan pemakai baik
• Analis dpt bekerja lebih baik
• Pamakai berperan aktif
• Spesialis informasi dan pemakai efisien dlm waktu
• Penerapan menjadi mudah
Potensi Kegagalan Prototyping
• Tergesa-gesa dlm mendefinisikan mslh, evaluasi alternatif dokumentasi
• Mengharapkan sesuatu yg tdk realistis dr sistem operasional
• Prototipe jenis I tdk seefisiensi sistem yg dikodekan dlm bhs program
• Hubungan komp-manusia tdk mencerminkan tek.perancangan yg baik
Penerapan yg Berprospek Baik untuk Prototyping
• Risiko tinggi
• Interaksi pemakai penting
• Jumlah pemakai banyak
• Penyelesaian yg cepat diperlukan
• Perkiraan tahap penggunaan sistem yg pendek
• Sistem yg inovatif
• Perilaku pemakai yg sukar ditebak


http://giettyraras.blogspot.com/